Menuju Lentera Merah: Gerakan Propagandis Komunis di Serambi Mekah, 1923-1949



Penulis: Fikrul Hanif Sufyan
Penerbit: Universitas Gadjah Mada Press, 2018
Tebal: 162 halaman

Pada awal abad ke-20, Kota Padang Panjang yang dikenal sebagai Serambi Mekah karena keislamannya, justru berkembang menjadi lumbung pertumbuhan komunis terpesat di Sumatera. Adalah seorang guru agama Sumatera Thawalib (sekolah kaum modernis Islam yang terkenal di kota itu), Haji Datuk Batuah, yang mencoba memadukan Marxisme dan Islamisme, serta nilai-nilai adat Minangkabau. Ia menyebut hasil ramuannya itu sebagai 'Kuminih'. Dampaknya cukup mencengangkan: bersama Natar Zainuddin ia mampu menarik hampir seluruh murid Thawalib memeluk ‘merah’, jumlah anggota komunis melonjak di kota itu, dan dengan begitu aksi protes melalui surat kabar cepat merebak.

Namun, belum sempat gerakan itu membesar, pemerintah kolonial meringkus Haji Datuk Batuah cs. Mereka dibuang ke Nusa Tenggara Timur dan dijebloskan ke rimba-raya Digoel yang penuh malaria, hingga dieksternir ke Australia. Sumber kolonial menyebut propagandis komunis itu merencanakan pembunuhan, 'coupt' kekuasaan, dan penyebar kebencian. Namun, jika sumber-sumber lokal ditilik, narasinya akan jadi lain. 

Bagaimana kelompok propagandis komunis melawan arus kapitalisme dan imperialisme? Bagaimana kisah penangkapan dan perasaian mereka dalam pembuangan? Karya ini memberi gambaran yang lebih memadai dari sudut pandang sumber-sumber lokal yang selama ini cenderung diabaikan oleh sebagian peneliti. Hasil temuannya sungguh mencengangkan!

Posting Komentar

0 Komentar