MEDIA SOSIAL SEBAGAI ALAT PERJUANGAN


 Aktivitas dengan media sosial (Medsos) sudah sangat umum digunakan oleh masyarakat di zaman ini, apalagi oleh sebagian orang, gadget menjadi kebutuhan pokok baginya, yang notabene orang punya gadget pasti punya media sosial, seperti facebook, twitter, instagram.
seperti yang Dikutip dari laman resmi We Are Social, Kamis (20/2/2020) di seluruh dunia ada 3,8 miliar pengguna media sosial pada Januari 2020, atau dengan kata lain 60% populasi dunia menggunakan medsos.

 Beragam orang punya kebutuhan dari medsos ini seperti berjualan, mencari teman, memperoleh berita, mengekspresikan diri. 
Selain hal tersebut banyak kejadian menggerakkan massa yang berawal dari media sosial :
-  17 Desember 2010
Mohammed Bouazizi seorang pedagang sayuran membakar diri, selepas polisi mengambil barang daganganya, setelahnya pemuda tunisia ini mulai mengorginisir massa melalui facebook&twitter melawan rezim presiden Zine El Albidine Ben Ali.
- 2014 
Kelompok pemuda Hongkong memprotes pemerintah pusat Cina di Beijing atas penghapusan pemilihan kepala pemerintahan hongkong secara langsung. Aksi berjuluk " revolusi payung " ini di organisir melalui media sosial.
- Oktober 2016 
Di Indonesia juga ada yaitu Buni Yani yang menggungah potongan video dari Basuki Tjahaja Purnama di facebook dengan judul " penistaan terhadap agama " .Selapas itu media sosial digunakan sebagai alat menggerakkan massa 212.

 Fenomena ini terjadi karena, seperti yang saya tulis di awal tadi, yaitu banyaknya pengguna media sosial memungkinkan suatu isu cepat tersampaikannya, jadi medsos saat ini menurut saya adalah alat perjuangan yang sangat penting, jika kita lihat lagi ditengah Covid-19 dimana kita harus melakukan  penjagaan jarak, semua orang memanfaatkan media sosial masing-masing, seperti diskusi dilakukan dengan siaran langsung bersama, meeting zoom, dan lainnya.

  Jadi bisa dibilang media sosial ini sangat layak dan efesien sebagai alat perjuangan, gimana kamu bisa memanfaatkan media sosial yang kamu punya sebagai alat perjuangaan dirimu, kelompokmu, lingkunganmu, dearahmu.


*Penulis : Martin Tigor Wijaya Sinurat

Posting Komentar

0 Komentar